Calon Peserta Seleksi CPNS 2019 Dimbau Tak Terkecoh Soal Tes di Toko Buku

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menghimbau agar masyarakat tidak terkecoh dengan buku-buku beredarnya tentang materi soal CPNS yang banyak dijual di toko buku atau di internet. Tambahan tak sedikit yang mencantumkan logo dan nama BKN.

BKN menyatakan tidak pernah mengeluarkan atau menerbitkan buku tentang seleksi CPNS. Bahkan BKN memastikan materi tes CPNS merupakan dokumen negara yang tidak mungkin dijual bebas.

“Materi soal CPNS termasuk jenis dokumen negara sehingga rahasia dan tidak akan dibuka,” kata Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan.

Menjelang pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan dilaksanakan akhir Oktober 2019, saat ini ada banyak informasi mengenai hal ini yang diterbitkan di masyarakat. Terkait dengan buku-buku soal tes CPNS yang dijual bebas, baik di toko buku maupun di berbagai lapak dadakan.

Jadi di internet saat ini ada banyak pihak yang ingin ikut berpartisipasi tidak diundang. Baik dengan berjualan materi soal CPNS, latihan soal online, maupun kursus cara mengerjakan soal CPNS. Yang lebih marah, buku atau materi soal CPNS yang berani mencantumkan logo dan nama BKN.

soal tes cpns 2019

Namun seperti yang dirilis Mohammad Ridwan, BKN sebagai panitia seleksi nasional CPNS tidak pernah mengeluarkan atau menerbitkan buku semacam itu. Selain materi CPNS tergolong dokumen negara, jadi tidak benar jika ada pihak yang mengklaim soal tes CPNS yang mereka jual merupakan materi soal CPNS tahun-tahun sebelumnya.

Himbauan BKN untuk Penjualan Materi Soal Tes CPNS

Selain merupakan dokumen negara yang tidak boleh keluar, materi soal tes CPNS pada tahun-tahun sebelumnya juga bisa jadi tambahan untuk soal CPNS 2019 sepanjang masih berlaku. “Sepanjang materi soal itu masih valid ya akan jadi soal tambahan,” tambahnya seperti dikutip dari Okezone.

Menurut Ridwan, selain merupakan dokumen yang sangat dirahasiakan, soal-soal yang sudah selesai dikerjakan juga tidak akan pernah dipublish. Karena itu, BKN menyerukan agar masyarakat khususnya calon peserta CPNS agar tidak terkecoh dengan soal-soal yang dijual di pasaran.

Ridwan juga meminta dan meminta agar penerbit tidak menerbitkan buku tentang soal CPNS dengan logo BKN. Buku-buku sejenis yang dijual di pasaran agar segera diambil. Selain melepaskan hukum, hal ini juga telah melepaskan hak cipta.

“Kami meminta kepada penerbit atau toko buku jika ada buku yang ingin diterbitkan. Menghindari persepsi masyarakat bahwa ini merupakan kolaborasi dengan BKN gitu, ”tandasnya.

Baca juga:  Cara Penilaian dalam Test CPNS 2019

Begitu juga dengan lambang atau logo Computer Assisted Test (CAT) yang telah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Badan Ekonomi Kreatif. Meskipun Ridwan sedikit menentang, jika ada pihak yang berani menggunakan logo CAT tanpa izin, maka bisa dilakukan melalui jalur hukum.

Penggunaan simbol atau logo CAT BKN yang telah memperoleh HAKI, menurut dia, mestinya tidak dapat dilakukan tanpa sepengetahuan dan seizin pihak BKN. “Lebih dari itu, kami tidak pernah merilis kerjasama dengan penerbit manapun,” tegasnya.

Meskipun begitu Ridwan tidak mempermasalahkan jika ada pertanyaan yang menentang prediksi saja. Lebih jika itu digunakan hanya sebatas pelatihan wawasan atau pengetahuan calon peserta. Yang penting, lanjut dia, jangan klaim itu merupakan materi soal tes CPNS tahun sebelumnya karena dokumen negara rahasia dan tidak akan pernah disetujui.

Begitu pun penggunaan logo CAT BKN maupun nama BKN sebaiknya dihindari. Apalagi BKN tidak pernah menerbitkan ataupun bekerja sama dengan pihak manapun dalam menerbitkan soal tes CPNS. Karena itulah BKN menghimbau agar calon peserta seleksi CPNS 2019 tidak terkecoh dengan soal tes CPNS yang banyak dijual di toko buku atau di internet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *