Pemprov DIY Butuh 1.700 CPNS pada Rekrutmen ASN 2019

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membutuhkan sebanyak 1.700 orang untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Usulan ini telah disampaikan ke pemerintah pusat.

“Jumlah yang kami ajukan ini sama dengan rekrutmen CPNS tahun 2018,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Agus Supriyanto seperti dikutip dari Tribun Jogja. Pemprov DIY berharap usulan ini dapat disetujui oleh Kementreian PAN-RB.

Apalagi jumlah pegawai negeri di lingkungan Pemprov DIY yang akan pensiun cukup besar. Bahkan hingga tahun 2020 saja jumlah PNS yang akan pensiun mencapai 5.000 orang.

cpnd pemprov diy

Seperti rilis yang telah diumumkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (PAN-RB), pemerintah akan melakukan penerimaan Aparatur Sipil Negara atau ASN tahun 2019. Tak kurang 250.000 pegawai baru akan diterima. Jumlah ini terdiri dari 100.000 formasi untuk CPNS dan sisanya untuk PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Untuk informasi perbedaan CPNS dan PPPK silahkan baca pada link tersebut.

Besarnya Kebutuhan Pegawai Pemprov DIY

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah kawasan di bagian tengah Pulau Jawa yang membawahi 4 kabupaten dan sebuah kota. Masing-masing adalah Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, dan Kota Jogja.

Dengan luas wilayah 3.185,80 km2, saat jumlah penduduk DI Yogyakarta sebesar 3,65 juta jiwa. Perekonomian provinsi ini terutama didukung dari sektor perdagangan, perindustrian, energi, sumber daya mineral, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan, dan pariwisata.

Dengan wilayah cukup luas dan beragam potensi alam yang ada memang dituntut pengelolaan yang optimal. Karena itulah DI Yogyakarta membutuhkan jumlah pegawai yang lebih banyak lagi untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Terlebih dengan banyaknya pegawai yang akan pensiun.

Dari pengalaman tahun lalu, Agus menuturkan bahwa jumlah kuota CPNS yang disetujui hanya sebanyak 766 orang. Karena itu dia berharap pada kuota PNS tahun pemerintah pusat bisa menyetujui usulan formasi di atas.

Usulan yang diajukan Pemprov DIY itupun hanya berdasarkan dari jumlah pegawai yang akan pensiun tanpa melakukan penambahan pegawai baru. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan zero growth untuk pegawai baru. Karena itulah banyak daerah lain yang tidak membuka lowongan CPNS sejak beberapa tahun terakhir.

Perhitungan, menurut Agus, berdasarkan jumlah pegawai di lingkungan Pemprov DIY yang pensiun setiap tahunnya sebanyak 900 orang.

Sedangkan posisi yang diprioritasnya pada rekrutmen ASN 2019 ini Pemprov DIY lebih membutuhkan tenaga fungsional dan administrasi. Untuk kebutuhan tenaga guru dan kesehatan sudah banyak dipenuhi pada pengajuan tahun lalu.

Tentang kepastian jadwal maupun teknis pendaftaran CPNS 2019, Agus mengatakan masih menunggu pemerintah pusat. Dalam kaitan ini Badan Kepegawaian Nasional selaku Panitia Seleksi Nasional CPNS yang akan menentukan soal teknis rekrutmen ASN tersebut.

Namun kabar terakhir menyebutkan bahwa pendaftaran ASN 2019 baru akan dilaksanakan setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru. Pelantikan itu sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019. Karena itu proses rekrutmen kemungkinan akan dilaksanakan akhir Oktober atau awal November 2019.

Selain itu proses seleksi untuk CPNS dan PPPK kemungkinan akan dipisahkan. Untuk formasi PPPK proses seleksi dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama telah dilaksanakan dan untuk tahap kedua akan dilaksanakan berbarengan atau berdekatan dengan pendaftaran CPNS.

Namun mengingat banyaknya kebutuhan pegawai baru Agus berharap agar SK untuk PPPK dapat secepatnya turun agar dapat secepatnya dipekerjakan.

Itulah informasi tentang kebutuhan pegawai baru sebanyak 1.700 CPNS pada penerimaan ASN 2019 yang rencananya akan dilaksanakan paa akhir Oktober mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *